Jumat, 02 April 2010

Perbedaan Non Clouse and Adjective Clause

Baik noun clause maupun adjective clause dua-duanya memiliki pola:

relative pronoun + subject + verb + …

Relative pronoun yang digunakan dalam noun clause antara lain:

  • that,
  • kata tanya (i.e: which , who, whom, where, when, what, when, why, what, how)
  • kata tanya + adjective/noun/determiner (i.e. how old, what kind, how many, whose + noun, dst).
  • conjunctions (i.e. whether, if, dst)

Relative pronoun yang digunakan dalam adjective clause (atau relative clause) jumlahnya lebih sedikit, antara lain:

  • that, which, who, whom, where, when, whose + noun.

Contoh:

  • what she is reading
  • that she is reading
  • what you did last summer
  • that you did last summer

Nah sekarang, bagaimana kita membedakan bahwa clause tersebut noun clause dan adjective clause?

1. Fungsi. Noun clause adalah clause (klausa) yang difungsikan sebagai noun. Seperti halnya single noun (i.e. book, person, dst), noun phrase (i.e. this book, the one, dst), noun clause juga dapat digunakan sebagai subject kalimat dan object kalimat.

Sebaliknya, adjective clause adalah klausa yang digunakan sebagai adjective. Sebagai adjective, adjective clause digunakan sebagai modifier yaitu untuk menerangkan noun dan pronoun, tetapi tidak pernah digunakan sebagai object kalimat.

Contoh:


Subject verb object modifier Ket.
1 I like what she is reading
noun clause

I like the book that she is reading adjective clause
2 She doesn’t know whom she loves more
noun clause

She doesn’t know the one whom she loves more adjective clause
3 I still remember what you did last summer
noun clause

I still remember the killing that you did last summer adjective clause

Sedangkan pada tabel berikut adalah jika noun clause ditempatkan sebagai subject, dan jika adjective clause menerangkan noun yang posisinya sebagai subject kalimat.


Subject modifier verb modifier Ket.
1 What she is reading - is
very interesting noun clause

The book that she is reading is very interesting adjective clause
2 Whom she loves more - will be happy noun clause

The one whom she loves more will be happy
adjective clause
3 What you did last summer - will never be forgotten
noun clause

The killing that you did last summer will never be forgotten
adjective clause

2. Noun clause menjawab pertanyaan what (apa) dan who/whom.

Ketiga pasang contoh kalimat pada tabel 1 menggunakan noun clause yang berturut-turut menjawab pertanyaan:

  • apa yang I suka,?
  • apa yang she tidak tahu?
  • apa yang I masih ingat?

sedangkan adjective clause-nya berfungsi sebagai modifier yang berturut-turut menerangkan the book, the one, the killing.

Pada tabel 2, noun clause-nya menjawab pertanyaan:

  • what is interesting?
  • who will be happy?
  • what will never be forgotten?

Di lain pihak, adjective clause menjawab pertanyaan which one:

  • Buku yang mana?
  • Orang yang mana?
  • Pembunuhan yang mana?

3. Pronoun it dapat digunakan untuk menggantikan noun clause, tetapi tidak dapat digunakan untuk menggantikan adjective clause.

  • I like it. CORRECT. It di kalimat ini (Tabel 1 no 1) menggantikan “what she is reading”.
  • I like the book it. INCORRECT jika it digunakan untuk menggantikan “that she is reading”.
  • I still remember it.CORRECT. It di kalimat ini (Tabel 1 no 3) menggantikan “what you did last summer”.
  • I still remember the killing it. INCORRECT jika digunakan it untuk menggantikan “that you did last summer”.

Selain it, subject pronoun dan object pronoun juga dapat digunakan untuk menggantikan noun clause. Hal inti tentu saja tergantung dari kanteks kalimatnya. Sebaliknya, pronoun ini tidak dapat menggantikan adjective clause.

  • Andini doesn’t know whom they are.
  • Andini doesn’t know them.
  • I still remember Mr. Dadang who first taught me English. Di kalimat ini, him tidak dapat menggantikan adjective clause “who first taught me English“.

4. Arti (terjemahan) untuk relative pronoun that pada noun clause adalah bahwa, sedangkan arti untuk relative pronoun yang lainnya adalah sama seperti ketika digunakan dalam kalimat tanya (i.e. what = apa, when = kapan, where = dimana, dst).

Sebaliknya, semua relative pronoun dalam adjective clause umumnya diterjemahkan menjadi: yang.

Contoh tambahan:

Note: Kata-kata di dalam [...] adalah noun clause, sedangkan dalam (…) adalah adjective clause.

  1. [That the planet Earth is round] is well known. (Bahwa planet Bumi bundar adalah diketahui hampir semua orang). Noun clause.
  2. It is well known [that the planet Earth is round]. (Diketahui oleh hampir semua orang bahwa planet Bumi itu bundar). Noun clause.
  3. They always work hard to accomplish [what they want]. (Mereka selalu kerja keras untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan). Noun clause.
  4. Have I told you lately [that I love you]? Noun clause.
  5. We live [where people care each other]. Noun clause.
  6. I need the book [that you borrowed from me last week]. (Aku butuh buku yang kamu pinjam dari aku minggu lalu). Adjective clause.
  7. I need [what you borrowed from me last week]. Noun clause.
  8. I don’t know [[how I should tell her] [that I love her]]. “How I should tell her that I love her” adalah noun clause yang mengandung noun clause “that I love her”.
  9. Maria {whose cellphone got stolen last week] just bought a new cellphone last night. (Maria yang HP-nya dicuri minggu lalu baru saja membeli HP baru tadi malam). Adjective clause.
  10. SBY, (the president of Indonesia right now), stated [that we had to get together to achieve our goals]. (…)= adjective clause; [...] = noun clause.

5. Karena adjective clause menerangkan noun, maka noun yang diterangkannya selalu ada di depan adjective clause tersebut. Jika nounnya dihilangkan, clause tersebut menjadi noun clause.

  • I still remember the day when we first met.

“the day” adalah noun yang diterangkan oleh adjective clause “when we first met”. Jika “the day” dihilangkan, maka clause ini berubah menjadi noun clause.

  • I still remember when we first met.

Inilah 5 cara yang paling mendasar dalam membedakan noun clause dan adjective clause. Penjelasan yang lebih detail tentang noun clause dapat dibaca di topik: Noun clauses dan Conjunctions dan penggunaannya. Sedangkan untuk penjelasan tentang adjective clause, please stay tuned!

Dan jika masih bingung tentang perbedaan kedua clause ini, don’t hesitate to leave further questions.

Horor, Fiksi, atau Fakta?

PADA tahun 1950-an, Riyono Pratikto dikenal sebagai cerpenis yang produktif dengan cerita seramnya. Apabila Pramoedya mengatakan Riyono mempunyai tempat tersendiri, mungkin karena pada waktu itu jarang sekali pengarang spesialis cerita seram. Maraknya majalah dan tabloid seperti Kisah, Roman, Zenith, Gema, Gema Suasana, Indonesia, Gaya, Siasat, Spektra, Merdeka, Mimbar Indonesia, dan sebagainya, tentu saja menjadi bagian penting dari produktifitas Riyono. Seperti yang pernah ditulis oleh Sobron Aidit, dalam Sejumput Kenangan (Cerita dari Tanah Pengasingan), pada suatu pertemuan antara pengarang di massa itu di antaranya Ajip Rosidi, Trisnoyuwono dan Syumanjaya, tiba-tiba Riyono pamitan karena ia harus menyelesaikan cerita pendeknya. Tentu saja Sobron mencegahnya, mungkin obrolan itu akan terasa “kurang” tanpa kehadiran Riyono. Dan kemudian Riyono menyelesaikan cerita pendeknya yang sudah ditunggu oleh sebuah majalah itu di kamar Ajip, dengan sebuah mesin tik tua.

“Dan sedapnya, dia sering lupa sudah nomor berapa yang harus disambungnya pada majalah Roman atau Prosa, atau yang lainnya!” tulis Sobron dalam Sejemput Kenangan.

Buku kumpulan cerpen terbaru Riyono Pratikto, Si Rangka (Pustaka Jaya, 2002), sempat diperbincangkan dalam sebuah diskusi di Panglawungan Girimukti, awal bulan Nopember 2002. Suasana diskusi yang dimoderatori Benny R. Budiman itu sempat “mencekam”. Mungkin masalah yang dibicarakan lain dari biasanya; seputar hantu, horor dan makhluk halus.

Cerpen-cerpen Riyono Pratikto dalam Si Rangka, seperti yang disampaikan Acep Iwan Saidi, boleh dikatakan menakutkan, misterius, horor. Acep berpendapat, diperlukan keberanian tersendiri jika kita mau membaca Si Rangka pada malam hari menjelang tidur. Lantas, apa yang menakutkan dalam cerpen-cerpen itu?

Sebelum mengupas Si Rangka, Acep yang menjadi pembicara pada diskusi itu, terlebih dahulu memberikan pengertian tentang horor itu sendiri. Menurutnya, peristiwa-peritiwa horor hanya terjadi dalam cerita, tidak dalam realitas. Cerita-cerita horor seperti itu kemudian membuat sebuah struktur mitos yang dapat menimbulkan kepercayaan sebagian masyarakat terhadap adanya hantu, mahluk halus, mayat hidup, atau apa saja sebutannya.

Namun dalam analisis Acep, cerita horor dalam cerpen-cerpen Riyono bukan semata-mata cerita yang menakutkan, mengerikan, tetapi ada jejak yang masih dapat kita telusuri darimana peristiwa itu berasal. Peristiwa horor yang diangkat oleh pengarang bukan berarti tanpa sejarah, bahkan merupakan representasi dari realitas.

Acep mencoba membidik peristiwa horor dalam cerpen Riyono dari kacamata logika. Mengasyikan memang, menggali kisah misterius dengan pendekatan realitas, dan Acep cukup berhasil menganalisisnya. Misalnya, ketika tokoh Suriah dalam cerpen Si Rangka sering mendengar suara biola pada malam hari yang berasal dari balik tembok kamar kerja suaminya, Acep menilai bahwa suara biola itu merupakan penkonkritan dari kesepian dan penderitaan tokoh Suriah. Kegelisahan Suriah yang dilatar-belakangi oleh sikap “acuh” suaminya, direalitaskan oleh pengarang menjadi hal-hal yang menakutkan; suara biola, rintihan kesakitan, bahkan dengan munculnya tokoh misterius seperti Naryo. Singkatnya, kejadian-kejadian seram dalam cerpen-cerpen Riyono muncul dari dalam diri manusia itu sendiri; dari perasaan takut, kecewa, tertekan, ambisi yang berlebihan, dan lain-lain. Walaupun pada beberapa cerpen Riyono, menurut Acep, fokus pengisahan sering puyar akibat terlalu berlama-lama bermain di fungsi katalisator.

Pendapat seperti itu, tentu saja bukan satu-satunya pemahaman. Pada sesi perbincangan selanjutnya, banyak tanggapan dari peserta diskusi terhadap analisis Acep tersebut. Umumnya, pendapat para peserta diskusi berkisar seputar pernyataan apakah munculnya kejadian seram tersebut bersifat sugestif atau sebagai metafor. Menurut Hawe Setiawan, ada juga kecenderungan cerpen-cerpen Riyono dilatar-belakangi oleh perjalanan hidup pengarang yang pernah mengalami kejadian tragis. Pengarang yang dipecat dari pekerjaannya karena diisukan menjadi anggota Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) itu, sejak kecil hidupnya penuh dengan misteri. Ayahnya, Komisaris Pratignjo Wirjoatmodjo, Kepala Polisi Ambarawa dan Salatiga, diculik pada tahun 1945 oleh sekelompok pemuda tak dikenal dan sampai saat ini tidak diketahui bagaimana nasibnya.

Seperti yang ditulis koran Republika pada 5 Agustus 2001, cerpen-cerpen yang ditulis Riyono mungkin juga dipengaruhi oleh pengalamannya ketika menyaksikan pertempuran di Semarang. Peristiwa yang kemudian dikenal Pertempuran Lima Hari itu memberinya pengalaman yang sangat mendalam. Mayat-mayat korban pertempuran yang bertumpuk di dekat gubernuran terus melekat dalam ingatannya.

***

MITOS tentang adanya mahluk halus dan sejenisnya masih menyisakan perdebatan sampai saat ini dan pada akhirnya berujung pada kepercayaan seseorang. Mungkin juga kisah hantu ini menjadi fenemona yang menarik untuk diteliti. Di Amerika misalnya, para ghost hunter (pemburu hantu) berusaha untuk melakukan pembuktian tentang makhluk halus dengan menggunakan peralatan canggih. Dan bagi mereka yang suka berselancar di dunia maya, “unak-anik” hantu dapat ditemukan di situs ghostweb.com atau hauntedhouse.com.

Namun situs skeptic.com berbicara lain. Kepercayaan orang-orang terhadap mahkluk halus dan sejenisnya, lebih cenderung dikarenakan kekeliruan dalam proses berpikir. Seperti yang ditulis Michael Shermer, pendiri dan penerbit Majalah Sceptic dalam bukunya Why People Believe Wierd Things yang kemudian dikutip majalah Intisari, kekeliruan itu berasal dari proses berpikir ilmiah semu, masalah logika, dan masalah kejiwaan.

Dalam beberapa cerita seram, hantu direlitaskan menjadi sosok yang menakutkan, dengan muka yang sangat mengerikan. Pembaca, pendengar atau penonton dalam kisah horor tersebut, dapat mengindentifikasi bentuk hantu itu sendiri, misalnya dengan gigi-giginya yang runcing, berjalan tanpa menginjak tanah, mukanya berlumuran darah, dan sebagainya. Ada kecenderungan bahwa cerita seperti itu dibuat hanya untuk menakut-nakuti, tanpa ada alasan yang jelas mengapa bentuk hantu digambarkan seperti itu. Cukup sulit untuk dibuktikan secara empiris.

Dalam cerpen-cerpen Riyono, kita mendapatkan sisi lain dari kisah supranatural; sebuah rangkaian ketegangan yang diracik sedemikian rupa, sehingga - meminjam pendapat H.B. Jassin - menimbulkan perasaan ngeri sampai akhir cerita. Pengarang tidak menampilkan sosok hantu yang perlu ditakuti dalam cerpen-cerpennya, tetapi alur cerita yang dipenuhi ketegangan itu terkadang membikin berdiri bulu kuduk, apalagi pengarang menuntaskannya dengan ending yang tragis.

Si Rangka memuat 12 cerita pendek yang dibuat pada 1951-1956. Berbagai persoalan hidup diangkat oleh pengarang; wanita yang kesepian dan menderita akibat tekanan batin (Si Rangka), kekecewaan suami ketika istrinya keguguran (Kepanjangannya), kegelisahan sang pelukis ketika mendengar cerita sadis (Pada Sebuah Lukisan); obsesi yang berlebihan (Batu Alam), dan sebagainya. Masalah-masalah seperti itu, diungkap oleh pengarang pada atmosfir horor dan diakhiri dengan peristiwa mengerikan; matinya tokoh Suriah (Si Rangka), anjing berubah menjadi gadis cantik (Kepanjangannya), pelukis diterkam macan (Pada Sebuah Lukisan), membunuh anak sendiri (Pembalasan Pada Manusia), dan sebagainya.

Hantu - dalam ilustrasi pengarang - hanya dimunculkan melalui ilusi tokoh-tokohnya, yang menurut Acep berawal dari kegelisahan, ketakutan dan tekanan batin. Misalnya, ketika sang istri dalam cerpen Pembalasan Pada Manusia menempati rumah dekat pekuburan, ia kemudian bermimpi mayat dalam kuburan itu bangkit kembali dan berkata ingin membunuh manusia. Kegelisahan sang istri menjadi kenyataan, tatkala sang suami menemukan sepotong gigi manusia dari buah singkong yang ditanam di atas pekuburan itu. Dan pada akhirnya, sang suami - dalam pandangan sang istri dan tetangganya - berubah menjadi mahluk mengerikan dan kemudian membunuh anaknya sendiri. Demikian juga pada cerpen Tawanan yang Lari, seorang tawanan selama beberapa hari dilanda rasa takut ketika tangan kirinya tidak bisa dilepaskan dengan tangan polisi yang sudah terpotong. Tangan polisi itu mengikutinya ke mana ia pergi, membusuk, dan menimbulkan kengerian yang mendalam. Akhirnya si tawanan mati ditembak patroli tentara.

Dengan kepiawaiannya dalam menggunakan bahasa, terkadang Riyono memunculkan humor dibalik keseraman itu. Pada cerpen Tiga Benua misalnya, ketegangan dimulai dari “kekeliruan”, dan ini membuat kita sedikit tersenyum. Sebuah keluarga merasa terganggu ketika rumahnya sering dimasuki pencuri. Untuk mencegahnya, seorang kenalan keluarga itu berniat menempatkan empat jin di setiap penjuru rumah. Saran yang tidak logis itu akhirnya diterima juga, dengan catatan semua jin harus laki-laki. Tetapi si kenalan melakukan sebuah kesalahan, ia malah menempatkan seorang jin wanita di antara empat jin itu. Perseteruan di antara tiga jin laki-laki tidak dapat dihindarkan lagi untuk memperebutkan jin wanita. Dua di antaranya mati setelah berbulan-bulan mengadakan duel. Sepasang jin yang masih hidup kemudian kawin dan mempunyai anak. Terjadilah perebutan kekuasaan antara jin dan manusia. Namun diam-diam, tumbuhan bunga yang ditanam oleh pemilik rumah mempunyai niat yang sama. Dan akhirnya, kompetisi antara manusia, jin dan tumbuhan itu dimenangkan oleh tumbuhan bunga.

Bagaikan menyaksikan seseorang yang tengah mendaki gunung, menghadapi berbagai rintangan, namun ketika sampai di puncak ia malah terperosok ke jurang yang dalam. Itulah cerpen-cerpen Riyono. Ketika tokoh-tokoh dalam Si Rangka terjerat dalam ketakutan, kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan, serta gejolak batin lainnya, dan kemudian terlena dengan perasaannya itu, mereka tidak dapat berpikir secara logis dan perbuatannya kemudian menjadi di luar kontrol. Kegundahan ini diilustrasikan oleh pengarang menjadi sesuatu yang menyeramkan. Adapun pilihan ending yang tragis, menurut saya merupakan “konsekwensi” dari perbuatan sang tokoh dalam menyikapi gejolak batinnya. Sehingga apabila kita meminjam kembali pendapat Michael Shermer, munculnya kejadian seram dalam cerpen Riyono lebih didominasi oleh masalah kejiwaan.

Apakah kisah seram dalam Si Rangka merupakan bagian dari mitos yang berkembang di masyarakat? Jelasnya, Si Rangka adalah karya fiksi yang dengan imajinasi sang pengarang dapat dibuat sedemikian rupa. Namun, kalau kita mencermati tinjauan Ignas Kleden tentang fakta dan fiksi (Jurnal Kebudayaan Kalam Edisi 11, 1998), mungkin saja kita sedikit bingung untuk menentukan batasan fakta dan fiksi tersebut. Sehingga, setelah membaca cerpen-cerpen Riyono, muncullah pertanyaan : mungkinkah hantu dan makhluk halus itu menjadi bagian realiatas kehidupan kita?

Sabtu, 06 Maret 2010

Tipz Kurus Dengan Cepat Dan Sehat

Di zaman modern ini banyak sekali orang yang
begitu mengkhawatirkan masalah berat badan mereka. Mengurangi berat badan dan
berupaya nampak lebih muda sepertinya sudah jadi bagian kehidupan banyak orang
saat ini. Banyak sekali produk diet yang ditawarkan untuk menyesuaikan diri
dengan kebutuhan masa kini, sangking banyaknya pilihan malah bikin bingung
produk mana yang paling baik dan cocok. Sebenarnya, ada cara lain untuk
melakukan diet dan mengurangi berat badan dengan mudah tanpa bantuan pil diet.
Dan dengan cara ini Anda dapat mengurangi berat badan dengan cara sehat
sekaligus cepat. Simak tips berikut:

Kontrol Porsi
Tetapkan porsi Anda, lebih baik buat Anda untuk
makan sesuai dengan porsi Anda dari pada menyantap makanan secara berlebihan.
Saat Anda makan dengan porsi lebih sedikit, Anda dapat makan secara teratur
sepanjang hari. Contohnya, untuk membuat metabolisme lebih tinggi Anda dapat
menyantap 5 ukuran kecil makanan dalam sehari dengan jarak waktu 2-3 jam. Cara
ini dapat membantu metabolisme Anda dan juga membuat tetap kenyang sepanjang
hari.

Hidari Makanan Manis
Gula adalah musuh besar saat diet dimulai. Untuk
beberapa alasan saat Anda mulai menyantap makanan sehat dan menjalani diet,
biasanya kerap ingin menyantap makanan manis. Cara terbaik untuk menghindari
masalah ini adalah makan buah favorit Anda atau agar-agar, saat keinginan itu
muncul.

Untuk mengurangi kelebihan air di tubuh, Anda
malah harus minum banyak air untuk melepaskan air yang disimpan oleh tubuh.
Tubuh kita menahan air untuk memastikan agar tidak mengalami dehidrasi. Saat
Anda minum lebih banyak air sepanjang hari dan setiap harinya, justru akan
membantu melepas air berlebih di tubuh.

Usahakan untuk tetap aktif dengan kegiatan
menyanangkan, aktivitas yang membuat rileks untuk hari bebas kerja Anda.
Bersenang-senanglah dengan anak Anda, lakukan yoga, jalan-jalan atau lakukan
permainan yang bersifat olahraga. Menjalani diet memang tak mudah, tapi kunci
untuk kesuksesan menurunkan berat badan adalah komitmen. Keteguhan difikiran
kitalah yang akan mendorong untuk melakukan usaha yang lebih keras.

Manfaat Mengkonsumsi 5 Porsi Buah dan Sayur:

  1. Terhindar dari berbagai macam penyakit, seperti penyakit kardiovascular, kanker, diabetes dan gangguan pencernaan.

    Survei di Amerika menyatakan bahwa resiko terkena penyakit kardiovascular

    dapat berkurang bila mengkonsumsi lebih dari 3 porsi buah dan sayur. Badan Penelitian Penyakit Kanker Dunia juga memperkirakan resiko terkena semua jenis kanker dapat berkurang sampai dengan 20% dengan makan sampai 5 porsi atau lebih buah dan sayur. Studi juga menunjukkan makanan berserat tinggi membantu kita terhindar dari penyakit diabetes dan kanker usus besar. Lebih lanjut dikatakan bahwa jenis kanker ini sangat jarang dijumpai di negara-negara yang diet tradisionalnya terutama terdiri dari makanan serelia, buah-buahan dan sayur-sayuran.

  2. Kelebihan berat badan menyingkir dengan sendirinya.

    Hal ini dikarenakan buah dan sayur mempunyai kandungan kalori yang cukup rendah. Buah dan sayur adalah makanan bebas lemak, kalaupun mengandung lemak adalah lemak yang baik untuk kesehatan kita. Dengan mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah setiap hari terjadi penurunan asupan kalori yang membuat tubuh membakar lemak dalam tubuh kita ketika kalori yang kita keluarkan lebih banyak dari kalori makanan yang masuk.

  3. Berat badan terkontrol.

    Kandungan serat yang tinggi dari 5 porsi buah dan sayuran menyebabkan kita merasa kenyang sehingga kita tidak makan snack berkalori tinggi dan berat badan kita pun terkontrol.

  4. Buang air besar lancar setiap hari.

    Tingginya serat sayur dalam 5 porsi buah dan sayur menyebabkan proses metabolisme bekerja dengan lancar. Proses buang air besar pun mudah. Kotoran yang keluar tidak keras dan tubuh kita pun sehat. Kita terhindar dari penyakit wasir; atau bagi yang telah mempunyai masalah dengan wasir, dapat terhindar dari kondisi yang lebih parah (membesar atau berdarah).

  5. Tubuh menjadi lebih segar dan enerjik.

    Banyaknya kandungan vitamin dan mineral dalam buah dan sayur membuat tubuh. kita segar dan enerjik sehingga kita pun terhindar dari infeksi virus seperti influenza atau serangan bakteri lainnya. Kita juga tahu bahwa buah sangat diperlukan untuk recovery atau masa pemulihan setelah menderita sakit. Karena itu, telah menjadi suatu kebiasaan untuk membawa buah-buahan ketika kita menjenguk sanak-saudara atau teman yang sakit.

    Seberapa sehat diet Anda? Sudahkah Anda mengkonsumsi 5 porsi buah dan sayur sehari? Apakah kulkas Anda telah berisi sayur dan buah sebagai snack Anda ketika Anda lapar? Apakah buah favorit dan sayur favorit Anda?

Kamis, 04 Maret 2010

Sejarah Bola Basket di Indonesia

Arti Lambang

1. Warna dasar biru laut. Di tengahnya tercantum lukisan sebuah obor, olahragawan dan olahragawati yang sedang memasukkan bola ke keranjang yang dilingkari setangkai padi dan setangkai kapas.

2. Tangkai padi berwarna kuning terdiri dari 23 butir yang berarti tanggal 23. Tangkai kapas berwarna putih, terdiri dari 10 buah berarti bulan 10. Sedangkan batang obor berwarna kuning dengan nyala api 5 lima sila dari Pancasila dan berarti tahun 51. Dengan demikian bahwa PERBASI didirkan pada tanggal 23 10 1951 atas dasar Pancasila.

3. Arti keseluruhan dari lambang PERBASI tersebut ialah bahwa atas dasar kesetiaan terhadap masyarakat dan bangsa dengan semangat yang berkobar, olahragawan dan olahragawati Indonesia bertekad menjunjung tinggi nama bangsa dan negara untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran Indonesia.

Sejarah permainan dan perkembangan bola basket.

Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.

Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.

Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.

Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.

Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.

Beberapa catatan penting dalam perkembangan bola basket.

1. Tahun 1891
: Prof. Dr. James A. Naismith menemukan permainan Bola Basket

2. Tahun 1892
: Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket kepada masyarakat (Amerika)

3. Tahun 1894
: Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali mengeluarkan peraturan permainan resmi.

4. Tahun 1895
: Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris.

5. Tahun 1913
: Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.

6. Tahun 1918
: Tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA memperkenalkan permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.

7. Tahun 1919
: Dalam Olympiade Militer di Joinville, permainan Bola Basket termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

8. Tahun 1932
: Untuk pertama kali diadakan Kongres Bola Basket bertempat di Jenewa Swiss. Para peserta yang hadir adalah : Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss. Keputusan penting yang dihasilkan adalah terbentuknya Federasi Bola Basket Internasional - Federation International de Basketball (FIBA)

9. Tahun 1933
: Untuk pertama kali diselnggarakan kejuaraan Dunia Bola Basket Mahasiswa di kota Turin - Italia.

10. Tahun 1935
: Dalam Kongres Komite Olympiade Internasional, Bola Basket diterima sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade.

11. Tahun 1936
: Untuk pertama kali Bola Basket dipertandingkan dalam Olympiade Berlin. Dua puluh dua negara ikut serta. Juaranya adalah USA, Kanada dan Meksiko.

12. Tahun 1939
: Prof. Dr. James A. Naismith meninggal dunia.


Perkembangan Bola Basket di Indonesia

Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah direbut itu, permainan Bola Basket mulai dikenal oleh sebagian kecil rakyat Indonesia, khususnya yang berada di kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat Indonesia, Yogyakarta serta kota terdekat Solo. Nampaknya, ancaman pedang dan dentuman meriam penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk melakukan kegiatan olahraga, termasuk permainan Bola Basket. Bahkan dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga tersebut semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan tanah airnya dari ancaman para penjajah yang menginginkan kembali berkuasa semakin membaja. Terbukti pada bulan September 1948, di kota Solo diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola Basket. Dalam kegiatan tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain : PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan.

Pada tahun 1951, Maladi dalam kedudukannya selaku Sekretaris Komite Olympiade Indonesia (KOI) meminta kepada Tony Wen dan Wim Latumenten untuk menyusun organisasi olahraga Bola Basket Indonesia. Selanjutnya karena pada tahun ini juga di Jakarta akan diselenggarakan PON ke-II, maka kepada kedua tokoh tadi Maladi meminta pula untk menjadi penyelenggara pertandingan Bola Basket.

Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi Bola Basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat PERBASI. Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia, menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia yang singkatannya tetap sama yaitu PERBASI.

Dalam susunan Pengurus PERBASI yang pertama, Tony Wen menduduki jabatan Ketua serta Wim Latumeten, Sekretaris. Segera setelah terbentuknya PERBASI, organisasi ini menggabungkan diri dan menjadi anggota KOI serta FIBA. Namun demikian, dengan terbentuknya PERBASI, tidak berarti bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk membina dan mengembangkan permainan Bola Basket di tanah air menjadi ringan. Tantangan yang paling menonjol datang dari masyarakat Cina din Indonesia yang mendirikan Bon Bola Basket sendiri, dan tidak mau bergabung dengan PERBASI.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 1955 PERBASI menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung yang dihadiri oleh utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan Bandung.

Keputusan yang paling terpenting dalam Konferensi tersebut ialah PERBASI merupakan satu-satunya organisasi induk olahraga Bola Basket di Indonesia, sehingga tidak ada lagi sebutan Bon Bola Basket Cina dan lain sebagainya. Pada kesempatan itu juga dibicarakan persiapan menghadapi penyelenggaraan kongres yang pertama.

Kongres-kongres PERBASI yang telah diselenggarakan sejak berdirinya tahun 1951 sampai akhir tahun 1983 sebagai berikut :

Kongres ke - I : Tahun 1957 di Semarang
Kongres ke - II : Tahun 1959 di Malang
Kongres ke - III : Yang sedianya akan dilangsungkan tahun 1961 di Manado, dibatalkan.
Kongres ke - IV : Tahun 1967 di Jakarta
Kongres ke - V : Tahun 1969 di Surabaya
Kongres ke - VI : Tahun 1974 di Surabaya
Kongres ke - VII : Tahun 1977 di Jakarta (bersamaan dengan PON IX).
Kongres ke - VIII : Tahun 1981 di Jakarta (bersamaan dengan PON X).

Sejak didirikan tahun 1951, PERBASI telah banyak melakukan kegiatan yang sifatnya nasional, regional dan internaisonal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam melaksanakan pembinaan organisasi, PERBASI menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan, PERBASI Cabang, Pengurus Daerah PERBASI, sampai kepada Pengurus Besar PERBASI.

Di bidang pembinaan, PERBASI mengenal berbagai cara. Selain pertandingan-pertandingan dilakukan melalui jenjang organisasi vertikal, juga dikenal adanya Kejuaraan Nasional Bola Basket Antar Perkumpulan. Disamping itu, sebagai realisasi daripada keputusan Kongres PERBASI ke VIII Tahun 1981, maka mulai tahun 1982 dilaksanakan Kompetisi Bola Basket Utama yang diikuti perkumpulan terkemuka di Pulau Jawa. Berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain, Kompetisi ini dianggap sebagai awal pembaharuan dalam pembinaan Bola Basket Indonesia, karena dalam pelaksanaannya mengambil jalan pintas, tanpa mengikuti jalur vertikal. Hal ini langsung ditujukan pada peningkatan prestasi melalui cara yang dinilai paling cepat yakni dengan pembinaan latihan serta pertandingan yang teratur dan terus menerus sepanjang waktu.

Mengenal Permainan Bola Basket

Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain.

Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerang dan memasukkan bola sebanyak-banyaknya keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan.

Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting).

Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass), dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai seabgai tumpuan.

Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan.

Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur teknik pokok tadi serta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna.

Ketentuan bermain dan bertanding.

Seperti telah diuraikan di atas permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu, masing-masing terdiri dari 5 orang pemain. Wasit yang memimpin terdiri dari 2 orang yagn senantiasa berganti posisi. Waktu bermain yang resmi 2 x 20 menit bersih, tidak termasuk masa istirahat 10 menit, time out, dua kali bagi masing-masing regu tiap babak selama 1 menit, saat pergantian pemain dan atau peluit dibunyikan wasit karena bola ke luar lapangan atau terjadi pelanggaran/kesalahan seperti foul dan travelling. Apabila dalam pertandingan resmi (yang dimaksud disini bukan pertandingan persahabatan) terjadi pengumpulan angka sama, waktu diperpanjang sekian babak (tiap 5 menit) sampai terjadi perbedaan angka.

Khusus untuk permainan Mini Basket yang diperuntukkan anak-anak di bawah umur 13 tahun, diberlakukan peraturan tersendiri yang agak beda, antara lain : bola yang dipergunakan lebih kecil dan lebih ringan, pemasangan keranjang yang lebih rendah, waktu pertandingan 4 x 10 menit dengan 3 kali istirahat dan lainnya lagi seperti dalam hal penggantian pemain.

Peraturan permainan yang dipergunakan sangat tergantung daripada peraturan PERBAIS/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984.

Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan

Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984, alat-alat perlengkapan dan lapangan terdiri dari :

1. Bola Basket

Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.

2. Perlengkapan Teknik

2.1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat waktu dan satu lagi untuk time out.

2.2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik

2.3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.

2.4. Isyarat - scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5, serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.

3. Lapangan

3.1. Lapangan Permainan

Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.

3.2. Papan Pantul

Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. (Perincian selengkapnya, lihat gambar).

3.3. Keranjang

Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm. (perincian lihat gambar).

Active / Passive Verb Forms

Sentences can be active or passive. Therefore, tenses also have "active forms" and "passive forms." You must learn to recognize the difference to successfully speak English.

Active Form

In active sentences, the thing doing the action is the subject of the sentence and the thing receiving the action is the object. Most sentences are active.

[Thing doing action] + [verb] + [thing receiving action]

Examples:

Passive Form

In passive sentences, the thing receiving the action is the subject of the sentence and the thing doing the action is optionally included near the end of the sentence. You can use the passive form if you think that the thing receiving the action is more important or should be emphasized. You can also use the passive form if you do not know who is doing the action or if you do not want to mention who is doing the action.

[Thing receiving action] + [be] + [past participle of verb] + [by] + [thing doing action]

Examples:

Active / Passive Overview

Active Passive
Simple Present
Once a week, Tom cleans the house.
Once a week, the house is cleaned by Tom.
Present Continuous
Right now, Sarah is writing the letter.
Right now, the letter is being written by Sarah.
Simple Past
Sam repaired the car.
The car was repaired by Sam.
Past Continuous
The salesman was helping the customer when the thief came into the store.
The customer was being helped by the salesman when the thief came into the store.
Present Perfect
Many tourists have visited that castle.
That castle has been visited by many tourists.
Present Perfect Continuous
Recently, John has been doing the work.
Recently, the work has been being done by John.
Past Perfect
George had repaired many cars before he received his mechanic's license.
Many cars had been repaired by George before he received his mechanic's license.
Past Perfect Continuous
Chef Jones had been preparing the restaurant's fantastic dinners for two years before he moved to Paris.
The restaurant's fantastic dinners had been being prepared by Chef Jones for two years before he moved to Paris.
Simple Future
will
Someone will finish the work by 5:00 PM.
The work will be finished by 5:00 PM.
Simple Future
be going to
Sally is going to make a beautiful dinner tonight.
A beautiful dinner is going to be made by Sally tonight.
Future Continuous
will
At 8:00 PM tonight, John will be washing the dishes.
At 8:00 PM tonight, the dishes will be being washed by John.
Future Continuous
be going to
At 8:00 PM tonight, John is going to be washing the dishes.
At 8:00 PM tonight, the dishes are going to be being washed by John.
Future Perfect
will
They will have completed the project before the deadline.
The project will have been completed before the deadline.
Future Perfect
be going to
They are going to have completed the project before the deadline.
The project is going to have been completed before the deadline.
Future Perfect Continuous
will
The famous artist will have been painting the mural for over six months by the time it is finished.
The mural will have been being painted by the famous artist for over six months by the time it is finished.
Future Perfect Continuous
be going to
The famous artist is going to have been painting the mural for over six months by the time it is finished.
The mural is going to have been being painted by the famous artist for over six months by the time it is finished.
Used to
Jerry used to pay the bills.
The bills used to be paid by Jerry.
Would Always
My mother would always make the pies.
The pies would always be made by my mother.
Future in the Past
Would
I knew John would finish the work by 5:00 PM.
I knew the work would be finished by 5:00 PM.
Future in the Past
Was Going to
I thought Sally was going to make a beautiful dinner tonight.
I thought a beautiful dinner was going to be made by Sally tonight.

Sumber : http://www.englishpage.com/verbpage/activepassive.html

Contoh CV. AMILD


CURRICULUM VITAE


Objectives : Seeking any position as a part timer

PERSONAL DETAIL

Surename : INDAH SULISTIANA HARIANTI

Nickname : Indah

Place/Date of Birth : Jakarta / October 03, 1987

Marital Status : Single

Mobile Phone : 021-95323656

Email Address : indah_beubeu@yahoo.com

Current Address : Rumah Kost Rahayu. Room no : 15

Jl. Lembah no 25 RT/RW 03/07

Kelapa Dua – Cimanggis, Depok.

Permanent Address : Jl. Pluit Dalam no. 27

Rt.011 Rw.008

Penjaringan, Jakarta Utara



EDUCATIONAL BACKGROUND


1997 – 2000 SMU Negeri 2 Denpasar, Bali

2001 – 2003 Sahid Tourism School, Jakarta

Diploma I – Graduated

2003 at present Gunadarma University, Jakarta

Economy Management



TRANEE EXPERIENCES


August – September 2002 PANORAMA TOURS & GRAY LINE

Head Office, Bali.

October - November 2002 SINGAPORE AIRLINES

Head Office, Jakarta.


Selasa, 02 Maret 2010

Conditional Sentences

A. REAL CONDITIONAL SENTENCES/CONDITIONAL TYPE ONE

FORM: (IF + THE SIMPLE PRESENT TENSE + THE FUTURE TENSE)
Real conditional sentences adalah kalimat yang akan terjadi atau tidak akan terjadi (mungkin terjadi) tergantung pada suatu kondisi atau keadaan
CONTOH:
Conditional sentences which may or may not happen (kalimat ‘conditional’ yang mungkin terjadi dan mungkin juga tidak terjadi)
• If it rains, I will not go
(We do not know yet wheter it will rain, may be it will rain. Maybe it won’t)
• If you insist, he will let you have it
(we do not know yet wheter you will insist. Maybe you will insist. Maybe you won’t)
• If she loves you, she will be happy for you.
(we do not know yet wheter she will love you. Maybe she will love you. Maybe she won’t).
“Kalimat utama di atas akan terjadi jika kondisi dalam If-clause terpenuhi. Kalau kondisi pada If-clause tidak terpenuhi, maka main clause-nya tidak akan terjadi.

B. UNREAL CONDITIONAL SENTENCES IN THE PRESENT/CONDITIONAL TYPE TWO

FORM: (IF + THE SIMPLE PAST TENSE + THE PAST FUTURE TENSE)
‘Unreal Conditional Sentences in the present’ adalah kalimat yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada sekarang di hadapan kita.
CONTOH:
Conditional sentences which is contrary to the fact at present (kalimat ‘conditional’ yang bertolak belakang dengan kenyataan saat ini)
• If I were in town, I would go.
(I am not in town)
• If I took the plane, I would get there fast.
(I don’t take the plane)
• If I knew, I would tell you.
(I don’t know)

C. UNREAL CONDITIONAL SENTENCES IN THE PAST

FORM: (IF + THE PAST PERFECT TENSE, + THE PAST FUTURE PERFECT TENSE)
‘Unreal conditional sentence in the past’ adalah kalimat yang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di masa lampau.
CONTOH:
• If I had know it, I would have told you.
(I didn’t know it, or I haven’t known it.)
• If you had told me, I would have defended you.
(You didn’t tell me, or you haven’t told me.)
• If she hadn’t come late, She would have defended you.
(She came late, or she has come late.)

sumber : http://englishcreation.blogspot.com/2009/06/conditional-sentences.html